g curiga itu memang
sengaja diciptakan dan dipelihara oleh kelompok-kelompok kepentingan
tertentu baik dari luar maupun dari dalam negeri untuk melepaskan Papua
dari NKRI.
http://politik.kompasiana.com/2012/03/14/menurut-bung-karno-papua-sudah-menjadi-nkri-walaupun-tanpa-pepera-bagian-1/
Pada
bagian kedua ini akan diuraikan beberapa prinsip dasar yang melatari
argumen penulis bahwa jauh sebelum Pepera 1969, Papua sudah menjadi
bagian yang sah dari NKRI.
1. Azas Uti Possedetis Juris :
Azas ini diakui dalam hukum internasional dan sudah dipraktikan secara
luas di berbagai negara. Azas ini pada intinya mengatur bahwa batas
wilayah negara bekas jajahan yang kemudian merdeka, mengikuti batas
wilayah sebelum negara tersebut merdeka.
Konsekuensi logisnya, Papua Barat (West Papua) otomatis beralih
statusnya menjadi bagian wilayah Republik Indonesia sejak saat
proklamasi 17 Agustus 1945. Peta di bawah ini memperkuat argumen di atas
:
Selengkapnya :
http://www.kompasiana.com/kanis/menurut-bung-karno-papua-sudah-menjadi-nkri-walaupun-tanpa-pepera-bagian-2_550e7d35a33311b02dba81d1
g curiga itu memang
sengaja diciptakan dan dipelihara oleh kelompok-kelompok kepentingan
tertentu baik dari luar maupun dari dalam negeri untuk melepaskan Papua
dari NKRI.
http://politik.kompasiana.com/2012/03/14/menurut-bung-karno-papua-sudah-menjadi-nkri-walaupun-tanpa-pepera-bagian-1/
Pada
bagian kedua ini akan diuraikan beberapa prinsip dasar yang melatari
argumen penulis bahwa jauh sebelum Pepera 1969, Papua sudah menjadi
bagian yang sah dari NKRI.
1. Azas Uti Possedetis Juris :
Azas ini diakui dalam hukum internasional dan sudah dipraktikan secara
luas di berbagai negara. Azas ini pada intinya mengatur bahwa batas
wilayah negara bekas jajahan yang kemudian merdeka, mengikuti batas
wilayah sebelum negara tersebut merdeka.
Konsekuensi logisnya, Papua Barat (West Papua) otomatis beralih
statusnya menjadi bagian wilayah Republik Indonesia sejak saat
proklamasi 17 Agustus 1945. Peta di bawah ini memperkuat argumen di atas
:
Selengkapnya :
http://www.kompasiana.com/kanis/menurut-bung-karno-papua-sudah-menjadi-nkri-walaupun-tanpa-pepera-bagian-2_550e7d35a33311b02dba81d1
SERUAN AKSI NASIONAL DUKUNG ULMWP MENJADI ANGGOTa PENUH MSG, 24 JUNI
2015Salam RevolusiTuntutan Rakyat Papua Barat untuk merdeka lepas dari
Neo-Kolonialisme Republic Indonesia (NKRI) dan Neo Kapitalisme Negara
dunia pertama kini sedang mengema di seantero Wilayah Asia dan Pasifik.
Setelah sebelumnya tuntutan itu dilakukan secara gerilya dan diplomasi
di luar negeri (Internasional), maka sejak bergulirnya reformasi di
Indonesia (1998) tuntutan itu disampaikan secara terbuka.Situasi
keamanan dan Hak Asasi Manusia di wilayah teritori West Papua mulai
terganggu sejak Ir. Soekarno Presiden pertama Repulbik Indonesia
mengambil inisiatif bersama militer Indonesia melakukan upaya untuk
merebut wilayah koloni Nederlands Nieuw Guinea dan menguasai West Papua
dari kekuasaan Pemerintah Colonial Nederland. Tanpa ada Hak dan
inisiatif Soekarno tersebut,di tantang keras oleh Wakil Presiden
Republic Indonesia Drs. Mohamad Hatta dengan alasan bahwa; Bangsa Papua
memiliki Ras dan Kebangsaan yang berbeda dengan Indonesia, maka
Pemerintah RI patut serta wajib menghormatihak penentuan nasib sendiri
bagi Bangsa Papua. Namun Ir. Soekarno Presiden RI tetap pada kehendaknya
yang bertentangan dengan Piagam PBB 26 juni 1945, Resolusi PBB nomor
1514 (xv) tanggal 20 Desember 1960 dan Alinea pertama pembukaan
undang-undang dasar Negara republic Indonesia tahun 1945.Dalam sejarah
hidup, Rakyat Papua Barat telah menunjukkan bahwa mereka mampu untuk
mengatur hidupnya
sendiri.Hal
itu terlihat dari kepemimpinan setiap suku, yang telah mendiami Papua
Barat sejak lebih dari 50.000 tahun silam, dipimpin oleh Ondofolo,
kepala-kepala suku (Tribal Leaders). setiap kepala suku dipilih secara
demokratis sedangkan dibeberapa daerah lainnya kepala suku diangkat
secara turun-temurun seperti Ondoafi masih disegani oleh masyarakat
sekitar Yotefa di Numbay.Selain kemampuan untuk mengatur dirinya sendiri
(tidak dipengaruhi oleh pihak asing), juga sangat nyata didepan mata
bahwa antara Papua Barat dan Indonesia mempunyai perbedaan yang sangat
jauh. Bangsa Papua adalah Ras Melanesia sedangkan Bangsa Indonesia pada
umumnya adalah Ras Melayu. Dengan perbedaan Ras ini menimbulkan
perbedaan yang lainnya, entah perbedaan fisik maupun mental, dan kedua
bangsa ini sama sekali tidak pernah mempunyai hubungan apapun dalam
sejarah kehidupan di masa silam.Masing-masing hidup sebagai bangsanya
sendiri dengan karakteristiknya yangberbeda pula. Sehingga tindakan
pencaplokan Papua Barat oleh Indonesia ini dianggap tindakan
menjajah.Kami
Bangsa Papua tahu dan sadar akan diri kami bahwa kami sangat
berbedadengan bangsa Indonesia. Bangsa Papua termasuk Ras Melanesia suku
bangsa Negroid di Pasifik selatan. Maka kita menempatkan diri dan
mengikuti secara bijak dalam pertarungan matematika politik yang sedang
melangkah maju, modern, alamiah dan ilmiah yang sedang di dorong oleh
ULMWP di dalam forum MSG
tersebut.Oleh
sebab itu, KNPB menyeruhkan Kepada Rakyat Melanesia di Papua Barat dari
Sorong sampai Merauke untuk terus mendukung dalam bentuk apapun, entah
berdoa dengan bahasa ibu, berpuasa, berbusana adat, yosim, melukis,
menyanyi, menulis, berpidato, berorasi, berteriak yang penting tidak
keluar dari rumus 1×1=11×2=200. Dukungan rakyat yang dimaksud terutama
pada tanggal 17, 18,dan 19 juni 2015 agendanya Meeting senior Political
MSG, tanggal 20 dan 21 juni 2015 pertemuan menteri luar negeri MSG,
Tanggal 24- 25 juni 2015 adalah persiapan dan sidang KTT MSG di Honiara,
serta puncaknya pada 26 juni 2015 akan menentukan status West Papua
Secara resmi masuk dan bergabung dengan MSG atau
tidak.Oleh
sebabnya kita harus dukung dalam bentuk Doa dan ibadah Puasa secara
khusus serta Demo damai. Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus tahu,
kalau kita tidak tahu dan malas tahu maka, Mau salahkan siapa.?
Pemerintah Pusat?, Pemerintah provinsi?, Para Gembala Gereja?, Para
Dosen? Atau Para Wartawan media Indonesia yang tertutup ini? Atau Kepada
Polisi yang hadang-hadang ini? Atau kepada anda sendiri? Makanya, KNPB
hadir di tengah-tengah rakyat Indonesia dan West Papua untuk
menyampaikan Informasi yang benar, nyata dan langsung kepada seluruh
suku bangsa yang ada di muka bumi ini.Dengan demikian maka, Komite
Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai Media Nasional Rakyat Papua Barat
dan di dukung penuh oleh Tiga Komponen Perjuangan yakni: WPNCL, PNWP dan
NRFPB untuk terus memediasi dan kampanye dalam negeri, sehingga pada
kesempatan yang berbahagia ini, KNPB menyerukan Pesan Moral dan Politik
secara terbuka kepada masyarakatWest Papua (Melanesia) dan Indonesia
(Melayu) dimanapun dan kapanpun engkau berada. Aksi demo damai yang
dimaksud akan dilaksanakan pada:Hari/tanggal : Rabu 24 juni 2015Agenda :
Mendukung ULMWP mengantarkan Bangsa West Papua ke Melanesia
(MSG)Sasaran aksi : halaman Kantror DPR-Papua.Tempat titik kumpul:
wilayah sentani di depan Mata jln pos 7, kampung harapan di mata jln
masuk danau, di expo depan Museum, di waena putaran taxi perumnas 3,
Abepura di Merpati, di Kamkey depan pangkalan garuda, di Kota raja luar
dan dalam di depan kampus Umel Mandiri, di Entrop, polimak, dok 2-9,
yapis dan angkasa kumpul depan Taman Imbi.Demikian seruan aksi kami,
atas partisipasi dan antusiasnya rakyat West Papua dalam negeri,
regional, internasional dan Indonesia di Jakarta kami menyampaikan
terimakasih.Kita
Harus Mengakhiri Kamis 18 Juni 2015Badan Pengurus PusatKOMITE NASIONAL
PAPUA BARATAgus A. Kosay Ones SuhuniapKetua I Sekertaris Umum