Rabu, 20 Agustus 2014

PENJUALAN IBU- IBU PAPUA ASLI

Jayapura, -- Ini surat dari Mama-Mama Papua pedagang kepada para pemimpin pemerintahan dan wakil  mereka di tanah Papua, berupa curahan hati, ungkapan perasaan dari apa yang mereka alami, rasakan selama ini.
Surat ini pertama kali dibacakan oleh mama-mama pedagang asli Papua saat pembukaan aksi 1000 Untuk Mama-Mama Papua yang dilakukan oleh Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP) pada tanggal 15 Maret 2010. 
 
Dalam aksi ini, dipasang juga karikatur Barnabas Suebu, (saat itu, Suebu menjadi Gubernur Papua) yang isinya memuat janji-janji Gubernur. 
Dua hari kemudian Gubernur mengancam akan menggugat mama-mama Papua di pengadilan dengan tuduhan pencemaran nama baik. Namun pada akhirnya ia meminta maaf kepada mama-mama Papua.
 
Surat ini diketik ulang oleh Elias Ramos Petege, anggota SOLPAP, tanggal 26 Oktober 2013, memperingati 3 tahun demo Mama-Mama Papua memperjuangkan sejengkal tanah demi menyambung hidup di atas tanah mereka. Elias hanya mengubah nama dari para pejabat, sesuai dengan yang ada saat ini.  Inilah suratnya:

MAMA-MAMA PEDAGANG ASLI PAPUA
Sifat:  Terbuka untuk umum                   
Kepada Yth,
Anak-anakku;
Lukas Enembe (Gubuernur Provinsi Papua), Klemen Tinal (Wagub Provinsi Papua), Deerd Tabuni (Ketua DPR Papua), Timotius Murib (Ketua Majelis Rakyat Papua), Abraham Atururi (Gubernur Provinsi Papua Barat), Rahimin Katjong (Wugub Provinsi Papua Barat), Vitalis Yumte (Ketua Majelis Rakyat Papua Barat), Yosep Yohan Auri (Ketua DPR Papua Barat).
Di- Tempat 
Salam Damai dan teriring doa dari mama kepada anak-anakku tersayang, semoga Allah Bapak Sang Pencipta menyertaimu dalam menjalankan tugas dan Tanggung jawabmu. 
Anak-anakku, izinkan mamamu bercerita tentang kisah hidup kita dimasa lalu, juga mama sampaikan isi hatiku melalui surat ini. Mama menulis surat ini sambil menjaga pinang dan sayur kankung di depan Mall. Awalnya saya malu menulis surat ini. Malu bukan karena takut kepada anak-anakku yang berada di Kantor Gubernur, DPR dan MRP tetapi mama malu karena orang-orang yang menikmati makanan McDonald, KFC di lantai 2 mall di belakangku menertawakan mama. Mereka pantas menertawakan mama karena saya berdagang beralaskan tanah dan beratap langit. Kucuran Keringat di keningku menjadi tamu setia bagiku. Mereka kira saya orang gila pada hal saya pemilik negeri ini.
Tapi anak, mama mau cerita dulu, kisah kita di masa lalu ,ketika mama mengandung engkau selama sembilan bulan dan semasa kecil sampai dewasa mama dan bapamu serta sanak saudara-saudaramu yang tinggal dan hidup di tanah Papua berada dibawah tekanan, intimidasi, teror, diculik dan dibunuh karena saat itu sedang melakukan operasi militer.
Mama dan bapa dianggap separatis ketika melakukan protes kepada orang yang menguasai dan membabat kita punya hutan sagu, menguasai dan mengambil kita punya hutan di kampung,mencuri kita punya ikan, udang di sungai, kali, danau dan laut. Merampok kitorang punya emas, tembaga, perak, minyak bumi dan gas yang ada di kita punya tanah Papua. Ada pula saudara-saudaramu yang lain diberikan stigma pengacau keamanan ketika berjuang mempertahankan gunung keramat, tanah dan hutan adat yang dirampas. 
Anak-anaku,kamu tahu bahwa mama tidak takut terhadap semua situasi itu, walaupun jika diberi cap anggota OPM  taruhannya adalah nyawa; Namun, Atas tuntunan Allah Bapa di Sorga, Mama berani keluar dari rumah pada malam hari untuk mencari ikan di danau dan dilaut, di bawah terang bulan, Bapa pergi ke hutan belantara untuk berburu dan ke laut untuk molo ikan. Pada siang hari mama menelusuri hutan  sagu, menyeberangi sungai dan kali, melewati lembah dan mendaki bukit dan gunung untuk menegok sagu, mencari ulat sagu, belalang, sayur daun genemo serta mengambil ubi, keladi dan sayur hitam di kebun.
Semua ini mama lakukan dengan harapan bahwa kita mengkonsumsi makanan alamiah yang mengandung gizi dan protein yang tinggi agar tubuh dan jiwa kita tetap sehat dan kamu menjadi pintar.
 Pagi-pagi mama meninggalkan barang daganganku dan mengantar engkau lebih dulu ke sekolah lalu mama cepat-cepat pulang ke rumah untuk menjual pinang dan sayur di depan rumah. Seharian penuh dibawah terik matahari mama menjaga daganganku laku dan dari hasil jualan, mama membiayai sekolahmu sampai selesai. 
Anak-anakku semua perjuangan ini mama lakukan demi untukmu dengan harapan engkau menjadi manusia yang baik, kukses dan berhasil supaya engkau kembali perhatikan mama serta saudara-saudaramu yang lain serta membangun tanah tumpah darahmu, tanah Papua.
Mama senang dan gembira, ketika mendengar anak-anakku sudah menjadi Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua DPR dan Ketua MRP. Mama serta rakyat Papua sungguh percaya sama kamorang anak-anak jadi kami memilih dan mempercayakan untuk memimpin dan membangun tanah airmu Papua; Rakyat memberikan kepercayaan kepadamu melalui pesta demokrasi secara langsung untuk memimpin kami, memberdayakan kami dengan dana otonomi khusus yang katanya besar itu. 
Sebelum dan selama kepemimpinanmu, kami mama-mama Papua telah berjuang untuk mendapatkan pasar khusus yang layak bagi kami, namun sampai kini, engkau tidak bangun walaupun engkau pernah janji pada mama. Mama dengar Ketika kami datang membawah keluhan kami, anak bilang itu tanggung jawab bupati dan wali kota, saat kami ke bupati dan walikota, dia bilang itu gubernur punya tugas maka kami (mama-mama) pun bingun kepada siapa kami mengadu.
Mama-mama kembali mengadu kepada anak gubernur dan wakil gubernur tapi anak bilang tramau terima keluhan mama. Mama juga su britahu anak-anak di DPR tapi mama punya masalah jadikan dorang pu proyek.Mislnya, Tahun 2008 itu ada 8 Miliyar untuk bagun pasar tapi tikus kasih habis dalam laci di gedung DPR.Katanya sekarang juga ada uang untuk pasar tapi tra tahu uang itu kemana. Anak-anak janji-janji kepada mama torang tuk bangun pasar tapi sampai sekarang tra bangun-bangun, kenapa kah.
Mama dengar anak-anak tra bangun tong mama-mama pu pasar karena lebih sibuk pergi ke Amerika, Inggris, China untuk bagi-bagi uang tanah dan darah dari Freeport,Britsh Petrolium, Petro China,Medco,Mifee, Aneka Tambang dll. Sibuk kasih pindah kantor Freeport dari Kuningan Jakarta ke Papua. Mama juga dengar, Anak-anak sibuk pi antar amplop besar kasih orang-orang di Jakarta (DPR dan DPD dorang) untuk minta buka pemekaran ka, sementara di Tambrauw dan Yahukimo banyak orang mati karena busung lapar, banyak anak-anak tra sekolah karena tra fasilitas pendidikan, kematian ibu dan anak semakin meningkat. 
 Anak-anak kam tau, pada tahun 2009 itu mama juga sudah bicara dengan kam pu kaka BAS tetapi dia juga tra dengar mama pu suara lalu dia pi sibuk dia pu proyek jalan Tol dan wisata Cartenz di Cina, Jerman dan Autralia untuk cari duit gadekan dengan mama punya dusun sagu yang masih sisa di kampung.
Anak-anak kamu sekarang su besar dan pintar, su dapat uang besar jadi lupa dengan mama lagi eeh, tipu-tipu mama lagi eeh . Kamu tra mengerti mama kah selama sembilang bulan mama mengandung kamu dan mama lindungi kamu di hutan belantara dan dibawah tebing-tebing saat situasi tra aman di kitong pu kampong baru tra hargai mama ni.Anak-anak kamu tra ingat mama pu pengorbanan dulu sama kamu ka. setiap pagi mama siapkan ubi, keladi untuk bekal di sekolah dan mama antarkan ke sekolah.
Anak-anak,kami mama-mama tidak minta banyak, tra minta juga kam pu uang tapi kami hanya minta sebuah bangunan pasar khusus bagi kami saja di setiap kabupaten kota sebagai tempat kami belajar, berlatih dan berdagang, dengan harapan kami juga mampu bersaing dengan saudara-saudara kami yang lain. Dan melaluinya dapat mengubah taraf hidup kami, kami mau jadi pelaku ekonomi di atas tanah kami. 
Tapi, Anak-anak menjauhi dari kami, tinggalkan kami, pergi jauh dari kami dan pergi bersenang-senang dengan dorang yang punya duit (inverstor). Anak engkau tidak lihat penderitaan mama kaa, atau anak su buta kaa ? kalau anak su buta britahu mama, biar mama pi cari obat di hutan; Kenapa anak tidak dengar jeritan mama kaa,atau anak tuli ?, kalau tuli britahu mama, mama itu setia menolongmu jadi nanti mama carikan obat untuk anak, supaya akan sembuh dan memperhatikan mama-mamamu yang menderita dibawah ganasnya terik matahari.
Akhir kata mama mau sampaikan, Selamat berbahagia dan bersenang-senang bersama kawanmu pemodal(Investor); Kesenanganmu adalah kebahagian mama, kesombonganmu adalah pokok doa ibumu agar engkau rubah sikapmu di suatu kelak.
Hari ini mama menulis surat ini kepada anak-anak sambil merenung perjuangan para penginjil perdana di Tanah Papua karena hari ini tepat 80 tahun Gereja GKI bersiarah di bumi Papua.(26/10/1925-26/10/2013) Sikap Kemunafikan, kesombongan, ketidak berpihakanmu dan  memihak kepada yang kuat dan perampok adalah tindakan yang jelas-jelas berlawanan dengan doa sulung Pdt. Izack Samuel Kijne Diatas batu ini saya meletakan peradaban orang Papua,sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marifat tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini, ia akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri.
Semua perjuangan ini merupakan sejarah yang terukir dalam hati sanubari kami mama-mama, maka kami tak akan pernah lupakan dan akan dikenang selamanya.



W

Senin, 18 Agustus 2014

Kasus-Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia
Menurut Pasal 1 Angka 6 No. 39 Tahun 1999 yang dimaksud dengan pelanggaran hak asasi manusia setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyesalan hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
Hampir dapat dipastikan dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan pelanggaran hak asasi manusia, baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain. Pelanggaran itu, bisa dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat, baik secara perorangan ataupun kelompok.
Kasus pelanggaran HAM ini dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu :
a. Kasus pelanggaran HAM yang bersifat berat, meliputi :
Pembunuhan masal (genisida)
Pembunuhan sewenang-wenang atau di luar putusan pengadilan
Penyiksaan
Penghilangan orang secara paksa
Perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis
b. Kasus pelanggaran HAM yang biasa, meliputi :
Pemukulan
Penganiayaan
Pencemaran nama baik
Menghalangi orang untuk mengekspresikan pendapatnya
Menghilangkan nyawa orang lain
Setiap manusia selalu memiliki dua keinginan, yaitu keinginan berbuat baik, dan keinginan berbuat jahat. Keinginan berbuat jahat itulah yang menimbulkan dampak pada pelanggaran hak asasi manusia, seperti membunuh, merampas harta milik orang lain, menjarah dan lain-lain.
Pelanggaran hak asasi manusia dapat terjadi dalam interaksi antara aparat pemerintah dengan masyarakat dan antar warga masyarakat. Namun, yang sering terjadi adalah antara aparat pemerintah dengan masyarakat.
Apabila dilihat dari perkembangan sejarah bangsa Indonesia, ada beberapa peristiiwa besar pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi dan mendapat perhatian yang tinggi dari pemerintah dan masyarakat Indonesia, seperti :
a. Kasus Tanjung Priok (1984)
Kasus tanjung Priok terjadi tahun 1984 antara aparat dengan warga sekitar yang berawal dari masalah SARA dan unsur politis. Dalam peristiwa ini diduga terjadi pelanggaran HAM dimana terdapat rarusan korban meninggal dunia akibat kekerasan dan penembakan.
b. Kasus terbunuhnya Marsinah, seorang pekerja wanita PT Catur Putera Surya Porong, Jatim (1994)
Marsinah adalah salah satu korban pekerja dan aktivitas yang hak-hak pekerja di PT Catur Putera Surya, Porong Jawa Timur. Dia meninggal secara mengenaskan dan diduga menjadi korban pelanggaran HAM berupa penculikan, penganiayaan dan pembunuhan.
c. Kasus terbunuhnya wartawan Udin dari harian umum bernas (1996)
Wartawan Udin (Fuad Muhammad Syafruddin) adalah seorang wartawan dari harian Bernas yang diduga diculik, dianiaya oleh orang tak dikenal dan akhirnya ditemukan sudah tewas.
d. Peristiwa Aceh (1990)
Peristiwa yang terjadi di Aceh sejak tahun 1990 telah banyak memakan korban, baik dari pihak aparat maupun penduduk sipil yang tidak berdosa. Peristiwa Aceh diduga dipicu oleh unsur politik dimana terdapat pihak-pihak tertentu yang menginginkan Aceh merdeka.
e. Peristiwa penculikan para aktivis politik (1998)
Telah terjadi peristiwa penghilangan orang secara paksa (penculikan) terhadap para aktivis yang menurut catatan Kontras ada 23 orang (1 orang meninggal, 9 orang dilepaskan, dan 13 orang lainnya masih hilang).
f. Peristiwa Trisakti dan Semanggi (1998)
Tragedi Trisakti terjadi pada 12 Mei 1998 (4 mahasiswa meninggal dan puluhan lainnya luka-luka). Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998 (17 orang warga sipil meninggal) dan tragedi Semanggi II pada 24 September 1999 (1 orang mahasiswa meninggal dan 217 orang luka-luka).
g. Peristiwa kekerasan di Timor Timur pasca jejak pendapat (1999)
Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia menjelang dan pasca jejak pendapat 1999 di timor timur secara resmi ditutup setelah penyerahan laporan komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) Indonesia - Timor Leste kepada dua kepala negara terkait.
h. Kasus Ambon (1999)
Peristiwa yang terjadi di Ambon ni berawal dari masalah sepele yang merambat kemasala SARA, sehingga dinamakan perang saudara dimana telah terjadi penganiayaan dan pembunuhan yang memakan banyak korban.
i. Kasus Poso (1998 – 2000)
Telah terjadi bentrokan di Poso yang memakan banyak korban yang diakhiri dengan bentuknya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKAUB) di kabupaten Dati II Poso.
j. Kasus Dayak dan Madura (2000)
Terjadi bentrokan antara suku dayak dan madura (pertikaian etnis) yang juga memakan banyak korban dari kedua belah pihak.
k. Kasus TKI di Malaysia (2002)
Terjadi peristiwa penganiayaan terhadap Tenaga Kerja Wanita Indonesia dari persoalan penganiayaan oleh majikan sampai gaji yang tidak dibayar.
m. Kasus-kasus lainnya
Selain kasusu-kasus besar diatas, terjadi juga pelanggaran Hak Asasi Manusia seperti dilingkungan keluarga, dilingkungan sekolah atau pun dilingkungan masyarakat.
Contoh kasus pelanggaran HAM dilingkungan keluarga antara lain: